Koma.id | Baturaja – Sebanyak 1.277 rumah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ogan setelah diguyur hujan deras sejak Jumat (17/04) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU mencatat 5.295 jiwa terdampak, namun tidak ada korban jiwa.
“Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 1.277 rumah terendam banjir dengan korban terdampak mencapai 5.295 jiwa. Untuk korban jiwa tidak ada,” kata Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, Sabtu (18/04).
Banjir meluas ke 16 desa di lima kecamatan, antara lain Desa Terusan, Tanjung Baru, Tanjung Kemala, Lubuk Batang Lama, Gunung Meraksa, Kepayang, Belimbing, Lubuk Kemiling, Kedaton, Kampai, Suka Pindah, Bunglai, Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Lama, Kemalaraja, dan Tanjung Agung. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya menjadi wilayah paling parah dengan 579 rumah terdampak di Desa Bunglai, Kedaton, Kampai, Lubuk Kemiling, dan Suka Pindah.
BPBD melaporkan sebagian wilayah sudah berangsur surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Namun, beberapa desa di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya masih tergenang.
BPBD menyiagakan personel di lokasi banjir dengan dukungan satu unit perahu karet untuk membantu mobilitas warga. “Hingga saat ini personel kami masih berada di lapangan untuk membantu warga agar tetap dapat beraktivitas di tengah banjir,” ujar Januar.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pemantauan debit Sungai Ogan terus dilakukan untuk memastikan peringatan dini dapat segera disampaikan jika terjadi peningkatan.
“Kami mengintensifkan pemantauan debit sungai agar potensi banjir susulan bisa diantisipasi bersama,” tambah Januar.








