Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaRagam

Puluhan Ribu Warga Kabupaten Bandung Masih Terdampak Banjir

Views
×

Puluhan Ribu Warga Kabupaten Bandung Masih Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Banjir Di Kabupaten Bandung

Koma.id | Kab. Bandung – Banjir akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya masih merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Sabtu kemarin hingga hari ini tercatat 6.877 Kepala Keluarga (KK) atau 19.408 jiwa masih terdampak banjir. Senin (12/04).

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyebutkan wilayah terdampak parah meliputi tiga desa dan satu kelurahan, yakni Kelurahan Pasawahan, Desa Dayeuhkolot, dan Citeureup.

Silakan gulirkan ke bawah

“Hingga kini masih merendam tetapi ketinggiannya berkurang. Total terdampak ada 6.877 KK atau 19.408 jiwa,” ujarnya.

Sebagian warga mengungsi di empat titik, antara lain:

  • Shelter PMI belakang Kantor Desa Dayeuhkolot
  • Masjid An-Nur Citeureup
  • Masjid Al-Ikhlas Citeureup
  • Lokasi tambahan di Desa Dayeuhkolot

Data terbaru mencatat 14 keluarga atau 38 jiwa mengungsi, terdiri dari dewasa, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta beberapa warga yang sakit.

  • Aktivitas warga terganggu, sebagian menggunakan perahu untuk bekerja dan sekolah.
  • Kendaraan diparkir di lokasi lebih tinggi, termasuk sekitar Markas Yon Zipur 8.
  • Pemerintah daerah menyalurkan makanan siap saji, layanan kesehatan, dan perlengkapan darurat.
  • Penanganan jangka panjang dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pengerukan sungai, peninggian jembatan, serta penerapan pendekatan Pentahelix melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sembilan kecamatan, yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, Majalaya, Arjasari, Katapang, Cangkuang, dan Cimaung. Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan kerusakan atap rumah dan pohon tumbang.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.