Koma.id– Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya varian baru COVID-19 Cicada yang kini masuk kategori variant under monitoring secara global. Varian ini telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara dan memiliki banyak mutasi pada protein spike, dengan potensi meningkatkan risiko reinfeksi, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan.
Meski demikian, Nurhadi menegaskan masyarakat tidak perlu panik, terlebih hingga saat ini belum ada kasus terdeteksi di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sistem kesehatan, khususnya dalam memperkuat deteksi dini melalui genomic surveillance yang merata di seluruh daerah.
“Kami juga menilai Pemerintah perlu menyiapkan skenario lintas sektor sejak dini. Jangan sampai keterlambatan membaca sinyal awal justru berujung pada dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang lebih besar,” ucap Nurhadi.
Selain itu, pemerintah diminta menjaga komunikasi publik agar tetap jelas dan tidak menimbulkan kepanikan, sekaligus mendorong disiplin masyarakat seperti vaksinasi booster, penggunaan masker saat sakit, dan perlindungan kelompok rentan.
Nurhadi juga mengingatkan pentingnya skenario lintas sektor, termasuk perlindungan pekerja harian, UMKM, dan kesiapan bantuan sosial, agar dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi dapat diminimalkan sejak dini.







