Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Tragis! Dua Siswa SMP Jadi Korban Peluru Nyasar, KPAI Desak Kementerian Pertahanan Bertindak

Views
×

Tragis! Dua Siswa SMP Jadi Korban Peluru Nyasar, KPAI Desak Kementerian Pertahanan Bertindak

Sebarkan artikel ini
Pistol Meletus Tak Disengaja, Pengamanan KTT Nusa Dua Terkendali Tak Ada Korban

Koma.id, Gresik – Kasus peluru nyasar yang melukai dua siswa SMP di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan guna menindaklanjuti insiden tersebut.

Diyah menegaskan, KPAI telah menerima laporan terkait kejadian yang menimpa dua anak tersebut dan berkomitmen untuk mengawal proses penanganannya. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menyampaikan langsung aduan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Pertahanan.

Silakan gulirkan ke bawah

Selain itu, KPAI menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak korban, khususnya dalam hal pendampingan psikologis dan perlindungan hukum. Mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak, proses hukum diharapkan dapat berjalan cepat, sekaligus memastikan kondisi mental korban tetap terjaga melalui pendampingan yang memadai.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada 17 Desember 2025, saat dua siswa berinisial DF (14) dan RO (15) tengah mengikuti kegiatan sosialisasi di sekolah mereka. Keduanya tiba-tiba terkena peluru nyasar.

Diketahui, lokasi sekolah berada sekitar 2,3 kilometer dari lapangan tembak milik TNI Angkatan Laut yang saat itu tengah digunakan untuk latihan menembak. Peluru diduga berasal dari aktivitas tersebut.

Usai kejadian, kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya peluru yang bersarang di tubuh korban, masing-masing di tangan kiri DF dan punggung kanan RO. Keduanya kemudian menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, sekaligus mendorong perlunya evaluasi ketat terhadap standar keamanan latihan militer, khususnya yang berada di dekat permukiman dan fasilitas pendidikan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.