Koma.id– Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik Prasetiyono, mengungkapkan bahwa sejumlah sektor industri di Indonesia mulai terdampak kenaikan harga bahan baku akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sektor yang paling terdampak meliputi otomotif, elektronik, tekstil, farmasi, alat kesehatan, hingga makanan dan minuman.
“Itu komponen bahan bakunya tinggi dan itu sudah melampaui kenaikan,” katanya dikutip.
Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya jalur perdagangan global, terutama setelah Selat Hormuz terdampak konflik, yang selama ini menjadi jalur penting distribusi energi dan bahan petrokimia.Dampak lanjutan dari situasi ini terlihat pada kenaikan harga produk seperti plastik serta meningkatnya tekanan pada sektor logistik, transportasi, dan pangan yang berpotensi memicu inflasi.
Korban Tewas Terus Bertambah, Latihan Militer Calon Pengelola Kopdes Didesak Segera Dihentikan
Didik menilai kondisi ini merupakan efek dari krisis global, bukan semata kesalahan pemerintah, dan mengapresiasi upaya pemerintah dalam menahan harga BBM. Namun, ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar pelaku usaha dan masyarakat memahami situasi yang sebenarnya serta dapat mengantisipasi dampak ekonomi yang lebih luas.
“Kunci utamanya adalah kejujuran dan kebersamaan. Jadi komunikasi publiknya, pemerintah terutama, jangan sampai offside dan sebagainya. Kita harus bersama-sama menghindari dampak yang tidak diinginkan,” tandasnya.






