Koma.id – Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, buka suara terkait rencana pengurangan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam kali menjadi lima kali dalam sepekan. Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak.
Saat ditanya mengenai persetujuan Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap finalisasi dan belum diputuskan secara resmi. Ia menyebut pemerintah akan segera mengumumkan langkah-langkah strategis dalam merespons dinamika global pada pekan ini, termasuk terkait keberlanjutan dan skema penyaluran program MBG.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan sejumlah opsi untuk melakukan efisiensi program tersebut. Salah satu skenario yang diajukan adalah pengurangan frekuensi penyaluran dari enam kali menjadi lima kali dalam seminggu.
Menurut Purbaya, jika skema tersebut diterapkan, negara berpotensi menghemat anggaran hingga sekitar Rp40 triliun per tahun. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan perhitungan awal yang disusun oleh BGN dan belum menjadi keputusan final pemerintah.













