Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiInternasional

Iran Terapkan Tarif Transit USD2 Juta di Selat Hormuz, Dampak Global Mulai Terasa

Views
×

Iran Terapkan Tarif Transit USD2 Juta di Selat Hormuz, Dampak Global Mulai Terasa

Sebarkan artikel ini
Kapal Tengker Minyak

Koma.id | Teheran – Pemerintah Iran mulai memberlakukan tarif transit fantastis sebesar USD2 juta atau sekitar Rp33,8 miliar (kurs Rp16.900 per USD) bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan dinilai sebagai bentuk “kedaulatan rezim” baru atas jalur laut strategis tersebut.

Anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyebut langkah ini sebagai refleksi kekuatan Iran dalam mengendalikan jalur energi terpenting dunia.

Silakan gulirkan ke bawah

“Pengumpulan biaya transit sebesar 2 juta dolar dari beberapa kapal yang melintasi selat mencerminkan kekuatan Iran,” ujarnya dalam program televisi IRIB, Minggu (22/03).

Sejak awal Maret, Iran secara efektif membatasi akses Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal, terutama yang berasal dari negara-negara yang dianggap terlibat dalam agresi terhadap Iran. Jalur ini merupakan rute vital distribusi energi global, dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari dan hampir 20 persen perdagangan gas alam cair dunia.

Pembatasan tersebut telah memicu lonjakan biaya pengiriman, premi asuransi, dan harga minyak dunia. Mekanisme pembayaran tarif transit masih belum jelas, termasuk mata uang yang digunakan dan sistem pemungutannya. Beberapa kapal dilaporkan telah membayar, namun prosesnya dinilai belum sistematis.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun hanya untuk negara-negara yang dianggap bersahabat. Sejauh ini, lima negara yakni China, India, Turki, Pakistan, dan Thailand telah berkoordinasi langsung dengan otoritas Iran untuk memastikan kelancaran pelayaran.

Di sisi lain, Amerika Serikat terus mendorong sekutunya di Eropa dan Timur Tengah untuk turut berpartisipasi dalam penyelesaian krisis. Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, menyatakan bahwa Washington menginginkan dukungan lebih besar dari mitra internasional.

“Kami memiliki sekutu yang mulai bergerak. Tapi kami ingin lebih banyak lagi,” ujarnya kepada Fox Business.

Whitaker menambahkan bahwa perkembangan di Selat Hormuz turut memengaruhi harga minyak global dan stabilitas ekonomi dunia. Iran menyebut tarif transit ini sebagai bagian dari strategi pembiayaan perang dan penguatan kontrol maritim di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.