Koma.id | Jakarta – Lebaran selalu jadi momen yang ditunggu. Setelah sebulan penuh berpuasa, meja makan mendadak penuh dengan sajian khas yakni opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga kue kering yang manisnya bikin sulit berhenti. Rasanya sayang kalau tidak mencicipi semua. Tapi, di balik kenikmatan itu, ada risiko kesehatan yang sering muncul yaitu perut begah, kolesterol naik, gula darah melonjak, bahkan berat badan bertambah drastis.
dr H. Lutfi Hardiyanto mengingatkan, kuncinya bukan melarang, melainkan mengendalikan.
“Makanan khas Lebaran boleh saja dinikmati, tapi porsinya harus dijaga. Jangan sampai berlebihan,” ujarnya.
Cara Santai Tapi Sehat Menyantap Hidangan Lebaran
- Selektif pilih menu: Semua boleh dicoba, tapi jangan sekaligus dalam porsi besar. Rendang, opor, dan sambal goreng ati bisa tetap disantap, asal secukupnya.
- Variasi protein: Jangan hanya daging berlemak. Ayam bagian dada, ikan, tahu, dan tempe bisa jadi pilihan lebih ringan.
- Batasi karbohidrat sederhana: Lontong dan nasi putih memang jadi favorit, tapi coba sesekali ganti dengan nasi merah atau kentang rebus.
- Kurangi manis-manis: Kue kering dan sirup memang khas Lebaran, tapi jangan lupa risiko gula darah. Pilih alternatif seperti puding buah atau jus segar.
- Berhenti sebelum terlalu kenyang: Nikmatnya makanan bisa bikin lupa diri. Ingat, berhenti sebelum perut terasa penuh adalah cara terbaik menghindari begah dan naiknya asam lambung.
- Tetap minum cukup air: Jangan sampai lupa hidrasi di tengah silaturahmi. Air putih tetap jadi pilihan utama.
- Perbanyak serat: Sayur, buah, dan kacang-kacangan membantu pencernaan tetap lancar dan menjaga kadar kolesterol.
Lebaran bukan hanya soal makanan, tapi juga kebersamaan. Menikmati hidangan khas boleh saja, asal tetap sadar diri. Dengan sedikit pengendalian, momen Idul Fitri bisa tetap hangat tanpa harus dibayangi masalah kesehatan.
Jadi, nikmati ketupat dan rendangmu, tapi jangan lupa sisipkan sayur dan buah di piring. Lebaran sehat, hati pun lebih tenang.








