Koma.id | Jakarta – Aktivitas ekonomi selama Ramadan 2026 di Jakarta mencatat perputaran uang mencapai Rp21 triliun hingga 20 Maret. Angka tersebut didorong oleh tingginya transaksi di sektor ritel, pusat perbelanjaan, dan perhotelan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut capaian ini berpotensi terus meningkat hingga Idul Fitri.
“Per hari ini tadi saya diberikan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, transaksi di Jakarta sudah Rp21 triliun. Mudah-mudahan masih ada 5 hari, kami ingin memecahkan rekor harapannya di atas Rp23-24 triliun,” ujarnya di Bundaran HI, Jumat (20/03).
Pemerintah Buka Polling Logo HUT ke-81 RI
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan capaian tersebut berasal dari program promosi belanja yang digelar sejak awal Maret. Sektor ritel dan pusat perbelanjaan, termasuk kawasan Tanah Abang, menjadi penyumbang terbesar. Sektor perhotelan juga mencatat peningkatan transaksi.
“Jakarta mengadakan lomba diskon sejak 4 Maret hingga 31 Maret. Cut-off hari ini sudah di atas Rp21 triliun,” katanya.
Program Mudik ke Jakarta turut berkontribusi dengan melibatkan sejumlah kota seperti Semarang dan Surabaya yang ikut menyumbang transaksi.
Secara nasional, Bank Indonesia mencatat realisasi penukaran uang kartal untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026 telah mencapai 91% atau sekitar Rp168,4 triliun dari total Rp185,6 triliun yang disiapkan. Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyebut angka ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya 89%.
“Ini menunjukkan kondisi ekonomi domestik yang tetap stabil dengan minat masyarakat yang besar untuk mendapatkan uang baru menjelang Lebaran,” ujarnya.
BI juga meningkatkan alokasi paket penukaran uang hingga 86% dibanding tahun sebelumnya, serta memperluas titik layanan di lokasi strategis seperti jalan tol, rest area, dan stasiun.
Dengan tren konsumsi yang terus meningkat, Pemprov DKI optimistis perputaran uang Ramadan 2026 akan melampaui Rp23–24 triliun. Hal ini sekaligus mencerminkan tingginya daya beli masyarakat dan kontribusi signifikan Jakarta terhadap pergerakan ekonomi nasional menjelang Idul Fitri.








