Koma.id– Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mendesak pengungkapan menyeluruh terhadap aktor intelektual dalam kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Desakan ini muncul menyusul penahanan empat anggota Tentara Nasional Indonesia oleh Pusat Polisi Militer TNI terkait kasus tersebut.
Nasir mempertanyakan motif keterlibatan para anggota TNI itu, apakah bertindak atas inisiatif pribadi atau menjalankan perintah atasan. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci untuk menemukan benang merah dalam pengungkapan kasus, sekaligus menjawab keresahan publik terkait kemungkinan adanya aktor yang lebih besar di balik peristiwa tersebut.
Meski demikian, ia mengapresiasi sikap terbuka pimpinan TNI yang mengakui adanya keterlibatan anggotanya dalam kasus ini. Ia juga menilai kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan TNI dalam mengungkap kasus berlangsung cepat dan patut diapresiasi, serta diharapkan mampu menuntaskan penyelidikan hingga ke akar persoalan.
Senada dengan itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Safaruddin, mendorong Polri untuk mengusut kasus ini secara transparan, profesional, dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya mengungkap tidak hanya pelaku lapangan, tetapi juga pihak-pihak yang membantu serta aktor intelektual di balik aksi kekerasan tersebut.







