Koma.id | Jakarta – PT Pertamina (Persero) menegaskan kesiapan menghadapi dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Perusahaan energi milik negara itu memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman bagi masyarakat di tengah tekanan rantai pasok dunia.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa perusahaan telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan agar distribusi energi berjalan lancar.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan supaya pasokan energi tetap berjalan dengan baik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/03).
Pertamina melakukan diversifikasi sumber pasokan energi agar tidak bergantung pada satu wilayah atau negara tertentu. Strategi ini diharapkan menjaga stabilitas pasokan saat terjadi gangguan distribusi maupun gejolak geopolitik. Selain itu, Pertamina memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk memastikan optimalisasi pasokan energi nasional.
Dalam menjaga distribusi BBM dan LPG, Pertamina bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah. Pengawasan dilakukan di lapangan untuk mencegah praktik penimbunan maupun penyalahgunaan energi.
“Pertamina bersama aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah terus melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” tambah Baron.
Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan energi secara bijak dan melakukan penghematan sesuai kebutuhan. Alternatif energi seperti pemanfaatan peralatan listrik rumah tangga untuk memasak maupun pemanas makanan didorong agar konsumsi lebih efisien.
“Sejalan dengan imbauan Presiden, Pertamina mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggunakan energi secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional,” kata Baron.
Pertamina menegaskan komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan program berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Social & Governance (ESG). Upaya ini sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan.








