Koma.id– Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi longsor sampah di TPST Bantar Gebang yang menelan korban jiwa.
Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan 13 orang menjadi korban, dengan tujuh di antaranya meninggal dunia. Shanty menilai peristiwa ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah bahwa persoalan pengelolaan sampah di Indonesia tidak lagi bisa ditangani dengan pendekatan konvensional dan parsial.
Menurutnya, tragedi di Bantar Gebang perlu menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara lama dan perlu segera dibenahi secara serius,” ujar Shanty kepada wartawan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Bekasi.
Zulhas menjelaskan bahwa volume sampah dari Jakarta mencapai hampir 8.000 ton per hari sehingga tumpukan sampah di TPST Bantargebang kini telah menyerupai gedung setinggi 17 lantai.
PSEL yang akan dibangun di kawasan tersebut direncanakan mampu mengolah sekitar 3.000 ton sampah per hari, terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama. Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban sampah sekaligus memanfaatkan limbah menjadi sumber energi listrik.
“Ya akhir Juni insya Allah akan groundbreaking mulai pengerjaan fisiknya. Nah itu tahap satu,” kata Zulhas.







