Koma.id | Jakarta – Ramadan selalu menghadirkan cerita tentang kepedulian. Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan berupa hidangan berbuka puasa. Sebanyak 74.228 porsi makanan hangat didistribusikan ke kamp-kamp pengungsi di Khan Yunis, Deir al-Balah, Al Mawasi, Al Musaddar, dan Al Buraij sepanjang bulan Ramadan 1447 H.
Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan menghadirkan kehangatan di bulan suci.
“Kami berharap warga Gaza dapat merasakan kenyamanan saat menyantap makanan berbuka puasa yang masih hangat. Insya Allah ini akan memberikan keberkahan untuk kita semua,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Kamis (12/03).
Distribusi dilakukan secara bertahap, menjangkau tenda-tenda pengungsian dan masyarakat terdampak konflik. Kehadiran BAZNAS di Gaza bukan hanya sekadar menyalurkan makanan, tetapi juga membawa pesan solidaritas dari masyarakat Indonesia: bahwa mereka tidak sendiri.
Selain hidangan berbuka, BAZNAS turut menghadirkan program bantuan lain seperti paket makanan, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman, selimut, hingga tenda masjid dan kelas bagi anak-anak. Semua ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, baik di Palestina maupun di tanah air.
Di Indonesia, program Hidangan Berkah Ramadan juga menyentuh penyintas bencana di Aceh dan Sumatra Utara. Sebanyak 4.050 porsi makanan siap saji telah dibagikan di hunian tetap dan wilayah terdampak bencana. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyebutkan bahwa distribusi ini difokuskan pada daerah dengan dampak paling berat, agar para penyintas tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan layak.
Ramadan kali ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian lintas batas mampu menghadirkan harapan. Dari Magelang hingga Gaza, dari Aceh hingga Tapanuli Selatan, BAZNAS RI menegaskan satu hal: berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan rasa kebersamaan di masa-masa sulit.








