Koma.id – Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, resmi memiliki Pusat Studi Kepolisian setelah dilakukan peresmian pada Kamis (5/3/2026).
Peresmian tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian serta Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri Komjen Pol. (Purn) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana
Kegiatan peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian, khususnya dalam pengembangan kajian ilmiah, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan peran kepolisian di tengah dinamika perubahan global.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang berkomitmen membangun ekosistem ilmu kepolisian di Indonesia.
“Atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para rektor dan seluruh civitas academica atas prakarsa, komitmen, dan kerja keras dalam mewujudkan Pusat Studi Kepolisian ini. Keikutsertaan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian serta memperkuat ekosistem riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung transformasi Polri,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Ia menegaskan bahwa ilmu kepolisian kini berkembang menjadi disiplin ilmu antarb idang yang semakin penting dalam menjawab dinamika sosial serta perubahan pola pemolisian di masyarakat.
“Ilmu kepolisian kini telah berkembang menjadi disiplin ilmu antarb idang yang esensial. Ilmu ini menjadi fondasi teoretis dalam menanggapi dinamika sosial serta transformasi pola pemolisian di masyarakat,” jelasnya.
Wakapolri juga mengajak seluruh pihak untuk terus berperan aktif dalam memajukan kepolisian Indonesia melalui kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan.
“Saya mengajak seluruh hadirin untuk terus berpartisipasi secara aktif dalam memajukan kepolisian Indonesia. Polri siap membuka diri dan siap berkolaborasi melalui berbagai program riset serta penyusunan kebijakan yang akan digerakkan bersama pusat-pusat studi kepolisian di keempat perguruan tinggi ini dengan pendekatan pentahelix. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah besar kita menuju Indonesia yang aman, adil, dan sejahtera,” tegasnya
Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr. menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unsoed sebagai mitra dalam pendirian pusat studi tersebut. Ia menyebut kehadiran pusat studi kepolisian sebagai sebuah kebanggaan sekaligus amanah bagi perguruan tinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada Universitas Jenderal Soedirman untuk menjadi mitra dalam pendirian Pusat Studi Kepolisian. Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami,” ujar Akhmad Sodiq.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki dua amanah utama, yakni menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas, serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, keberadaan polisi di era modern harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi yang memiliki banyak pakar dan profesor di berbagai bidang.
“Di perguruan tinggi kami memiliki dua amanah besar, yaitu menyiapkan SDM unggul dan utuh serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, di era sekarang rekan-rekan kepolisian harus terus beradaptasi dengan perkembangan dan bermitra dengan perguruan tinggi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi, sinergi antara akademisi dan institusi negara sangat penting demi memperkuat kompetensi serta menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Ini adalah momentum berharga bagi NKRI. Seluruh elemen harus bergerak bersama meningkatkan kompetensi masing-masing. Kami di Unsoed berupaya memperkuat kelembagaan agar kerja sama ini dapat terwujud dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat. Ia menilai kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemikiran akademis dalam pengembangan ilmu kepolisian.
“Mau tidak mau polisi harus bermitra, karena apa yang dikerjakan harus mampu mengikuti perubahan zaman. Kita hidup di era VUCA, yaitu volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pendekatan akademis melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi akan membantu kepolisian dalam merumuskan berbagai strategi dan kebijakan yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.
“Karena itu pemikiran akademis melalui kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting, agar kepolisian dapat terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Peresmian Pusat Studi Kepolisian di Unsoed diharapkan menjadi wadah kolaborasi riset, pengembangan keilmuan, serta penguatan kapasitas kepolisian dalam menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di era modern.













