Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
EkonomiNasionalRagam

Harga Emas Dunia Melonjak, Investor Cari Aset Aman di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

Views
×

Harga Emas Dunia Melonjak, Investor Cari Aset Aman di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Dunia Melonjak, Investor Cari Aset Aman di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

Koma.id | Jakarta – Harga emas dunia kembali mencatat reli signifikan pada perdagangan Senin (23/02), menembus level tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor sementara dari 10% menjadi 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif sebelumnya.

Emas spot ditutup naik 2% ke posisi US$ 5.206,39 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir Januari. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga menguat 2,8% ke US$ 5.225,60 per ons. Sebelumnya, emas sempat mencatat rekor sepanjang masa di US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari.

Silakan gulirkan ke bawah

Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian, menilai lonjakan harga emas mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan politik global.

“Ada banyak masalah ekonomi dan politik di seluruh dunia. Dengan pasar yang relatif sepi selama libur Tahun Baru Imlek, kami memperkirakan harga emas bisa naik tajam ketika aktivitas kembali normal,” ujarnya.

Dari sisi makroekonomi, data terbaru menunjukkan inflasi inti AS pada Desember naik lebih tinggi dari perkiraan, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 melambat tajam. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, meski ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif tetap menjadi faktor utama penggerak harga emas.

Pasar juga menanti pembukaan kembali bursa China daratan pada Selasa (24/02), setelah libur Tahun Baru Imlek. Sebagai konsumen emas terbesar dunia, kembalinya aktivitas perdagangan di China diperkirakan menambah likuiditas dan memperkuat permintaan.

Selain emas, perak spot melonjak 3,2% ke US$ 87,23 per ons, level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Platinum turun tipis 0,7% ke US$ 2.140,75 per ons, sementara palladium naik 0,1% ke US$ 1.750,53 per ons.

Reli emas kali ini menegaskan sikap defensif investor di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS dan arah suku bunga global. Prospek jangka panjang logam mulia ini dinilai masih positif, dengan peluang mencetak rekor baru dalam beberapa kuartal mendatang.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.