Koma.id | Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin (23/02) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp16.846 per dolar AS, naik 42 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Mayoritas mata uang Asia juga bergerak di zona hijau. Yen Jepang menguat 0,58 persen, baht Thailand 0,23 persen, peso Filipina 0,39 persen, dan won Korea Selatan 0,21 persen. Sementara yuan China melemah tipis 0,05 persen, dolar Singapura naik 0,02 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,03 persen.
Mata uang utama negara maju kompak menguat. Euro Eropa naik 0,38 persen, poundsterling Inggris 0,32 persen, franc Swiss 0,54 persen, dolar Australia 0,38 persen, dan dolar Kanada 0,10 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah dipicu pelemahan dolar AS setelah rilis data ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data pertumbuhan ekonomi jauh di bawah ekspektasi dan keputusan MA yang menganulir tarif Trump,” ujarnya.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.800–Rp16.950 per dolar AS sepanjang hari ini.








