Koma.id | Tangerang – Proses evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Tangerang, Banten, masih terkendala minimnya sarana prasarana. Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menambah unit perahu karet untuk mempercepat evakuasi korban banjir.
“Saya sudah menginstruksikan Kepala BPBD untuk mempersiapkan perahu di beberapa titik kecamatan yang memang selalu langganan banjir. Sekarang evakuasi agak susah karena kekurangan perahu,” ujar Intan saat meninjau banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Sabtu (24/01).
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengakui pihaknya sangat kekurangan peralatan kebencanaan.
“Titik banjir sangat luas sekali sekarang ini. Perahu yang ada di kami memang tidak mencukupi,” katanya.
Taufik menambahkan, pihaknya telah meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi Banten. Namun, permintaan tersebut terkendala karena unit perahu milik BPBD Banten sudah disebar ke daerah lain yang juga terdampak banjir dan longsor.
“Beberapa daerah di Banten lebih parah dari Tangerang, ada longsor dan banjir dengan ketinggian cukup tinggi,” jelasnya.
Meski begitu, BPBD berupaya menambah tiga hingga lima unit perahu untuk disiagakan di sejumlah titik banjir. Taufik juga menunggu Surat Ketetapan (SK) Bupati Tangerang mengenai Status Tanggap Darurat Bencana. Dengan status tersebut, dana darurat sebesar Rp 44 miliar dari APBD 2026 bisa segera digunakan untuk penanganan banjir.
“SK sudah dibuat, tinggal menunggu tanda tangan bupati,” ujarnya.
BPBD mencatat, banjir di Kabupaten Tangerang kini meluas ke 24 dari 29 kecamatan dengan total korban terdampak mencapai 49.000 jiwa. Enam wilayah terdampak paling parah yakni Tigaraksa, Gunung Kaler, Kresek, Pasar Kemis, Jayanti, dan Kosambi. Ketinggian air di sejumlah lokasi berkisar 40 sentimeter hingga satu meter, sementara di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, banjir mencapai 70 sentimeter hingga lima meter.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas. BPBD menegaskan penanganan darurat masih terus dilakukan, termasuk evakuasi warga dan penyaluran logistik.
Sementara itu, Satlantas Polresta Tangerang melaporkan genangan air sempat mengganggu arus lalu lintas di ruas Tol Tangerang-Merak KM 38 Balaraja Barat pada Sabtu. Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Zaeni Aji Bakhtiar mengatakan, genangan setinggi 30 sentimeter sempat menutup dua jalur arah Jakarta.
“Situasi terkini kendaraan sudah normal, genangan berangsur surut,” ujarnya.
Polresta Tangerang menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik, termasuk Pintu Tol Balaraja Timur dan Barat serta jalur arteri Jalan Raya Serang, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Banjir di Kabupaten Tangerang masih berlangsung dengan dampak luas. Pemerintah daerah menyiapkan langkah darurat, termasuk penambahan perahu karet, sambil menunggu penetapan status tanggap darurat bencana.








