Koma.id– Partai Demokrat melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang menuding Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai pihak di balik mencuatnya isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Langkah hukum tersebut disebut sebagai peringatan tegas terhadap penyebaran tuduhan yang dinilai tidak berdasar.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menyatakan bahwa tudingan yang menyeret nama SBY bukan sekadar ekspresi spontan masyarakat. Menurutnya, terdapat pola penggiringan opini yang terstruktur dan berulang di media sosial.
Umam menilai karakter penyebaran isu tersebut menunjukkan indikasi koordinasi antarakun, sehingga tidak dapat dipandang sebagai kritik wajar dalam ruang kebebasan berekspresi. Ia menyebut tuduhan itu telah mengganggu secara personal dan mencederai kehormatan SBY.
Pengamat: Kembalinya Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode Bisa Ganggu Mimpi Elite Koalisi Jadi Cawapres
Dalam proses somasi ini, lanjut Umam, Partai Demokrat tidak hanya mempertimbangkan aspek reputasi dan nama baik, tetapi juga menekankan pentingnya pendidikan politik kepada publik. Menurutnya, kebebasan berekspresi harus tetap berjalan dalam koridor tanggung jawab dan tidak dijadikan alat untuk menyebarkan fitnah atau disinformasi.







