Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Diduga Sarang Narkoba, Puluhan Emak-emak Bakar 2 Rumah

Views
×

Diduga Sarang Narkoba, Puluhan Emak-emak Bakar 2 Rumah

Sebarkan artikel ini
Diduga Sarang Narkoba, Puluhan Emak-emak Bakar 2 Rumah

Koma.id, Sumut – Puluhan emak-emak warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara, membakar 2 rumah pada Selasa (16/12) sekitar pukul 18.00 WIB. Diduga rumah itu milik bandar narkoba.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, membenarkan pembakaran tersebut. Polisi juga menangkap pelaku diduga bandar narkoba.

Silakan gulirkan ke bawah

“Iya (ibu-ibu yang bakar). Kalau untuk diamankan saat ini kurang lebih 8 orang,” kata Paloh saat dihubungi, Kamis (18/12).

Paloh menjelaskan awalnya puluhan Ibu-ibu selesai melaksanakan salat istighotsah (salat tolak bala), karena daerah mereka terdampak bencana.

Kemudian, ibu-ibu tersebut bersama-sama melakukan pelemparan ke rumah diduga bandar narkoba dan membakarnya.

“Jadi selesai salat itu, entah siapa memantik mengajak ibu-ibu itu untuk sweeping atau pelemparan. Pada saat sweeping, pihak Polsek mendengar dan menahan agar masyarakat tidak bertindak anarkis,” ujar Paloh.

“Namun, dengan jumlah masyarakat cukup banyak, ada 2 rumah yang berhasil mereka bakar. Itulah satunya dari 5 rumah yang mereka datangi,” sambung Paloh.

2 rumah dibakar ibu-ibu, yang diduga sebagai bandar narkoba di Mandailing Natal, Selasa (16/12/2025). Foto: Dok. Polres Medina
Paloh mengatakan, di antara 8 terduga pelaku bandar narkoba, 1 di antaranya pernah ditangkap pada awal 2025.

“Jadi terkait yang dibakar itu, kalau pelaku (bandar) di awal tahun saya melakukan penangkapan di desa tersebut namanya Buyung Upik. Cuma dilakukan pembakaran lagi yang ada di situ anaknya. Menurut keterangan masyarakat, anaknya pun ikut mengedarkan atau ikut memakai,” jelas Paloh.

Polisi masih menyelidiki apakah rumah tersebut memang benar pelaku bandar narkoba. “Terkait rumah bandar ataupun tidak, itu masih proses penyelidikan. Masih kita lidik lah,” imbuh Paloh.

Paloh menyebut, kondisi di desa tersebut sudah kondusif. Polisi masih melakukan penjagaan agar tidak terjadi peristiwa anarkis sebelumnya.

“Saat ini sudah dalam kondisi kondusif,” katanya.

Ia menuturkan, puluhan Ibu-ibu yang melakukan pembakaran tersebut masih dalam penyelidikan apakah ada dalang dibaliknya. Ia mengatakan alasan ibu-ibu membakar karena takut anaknya terpengaruhi dan memakai narkoba.

“Ini yang sedang kita dalami dari intelijen dan Polsek Muara Batang Gadis. Memang kalau keterangan awal hanya dari mulut ke mulut ibu-ibu ini aja,” ucap Paloh.

“Karena merasa kekhawatiran anaknya gitu, tapi sedang kita dalami (ada provokator atau tidak),” lanjutnya.

Paloh menjelaskan, polisi beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) akan melakukan pemeriksaan urine terhadap terduga pelaku.

“Hari ini tetap untuk pemeriksaan, kita lakukan pengecekan urine. Nanti kita adakan pertemuan antara masyarakat Tabuyung dengan para terduga itu juga. Karena kan terduga itu harus kita tampilkan, harus kita hadapkan. Mereka juga butuh kepastian hukum, karena kita tidak boleh nuduh orang sembarangan,” ucap Paloh.

Paloh mengatakan, apabila terduga pelaku bandar narkoba terbukti melakukan pengedaran narkoba akan dilakukan proses hukum lanjut.

“Apabila ditemukan dan warga menjadi saksi bahwa yang bersangkutan telah terbukti melakukan pengedaran narkoba, kita tindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Paloh mengatakan belum ada yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Termasuk pihak yang membakar rumah.

“Belum (ada tersangka), mereka ini kan macam misalnya masyarakat. Masyarakat itu sendiri belum menginformasikan ke Polsek dan bertindak sebagai saksi tapi sudah bergerak,” ucap Paloh.

Paloh mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis atau main hakim sendiri.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.