KOMA.ID, JAKARTA – Direktur LBH PB SEMMI, Gurun Arisastra menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Komjen Pol Suyuti Ario Seto dan jajaran dari BNN serta aparat keamanan lain yang telah bekerja sama, dalam rangka menangkap buronan kasus narkoba, Dewi Astutik dalam pelariannya di Kamboja.
“Wah luar biasa itu, kita apresiasi Komjen Pol Suyudi Kepala BNN bekerja dan berkoordinasi dengan rapi pada pihak aparat Negara Kamboja sehingga Dewi Astuti dapat ditangkap,” kata Gurun, Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, kerja keras tim BNN bersama dengan BAIS TNI hingga Interpol tersebut menjadi bukti bahwa negara masih kuat untuk menangkap para pelaku kriminal, terlebih kasus Dewi Astutik pun terbilang tak main-main.
“Penangkapan Astuti membuktikan negara berhasil menyelamatkan jutaan anak bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba,” ujarnya.
Menurut hematnya, Dewi Astuti merupakan figur penting dalam jaringan internasional peredaran narkoba. Dari penangkapan perempuan tersebut, Gurun berharap aparat penegak hukum dapat membongkar sindikat narkotika lintas negara dengan lebih mudah.
“Kita berharap BNN bukan hanya fokus pada Dewi, namun seluruh figur pada jaringan tersebut juga dapat diungkap dan ditangkap,” tegasnya.
Aktivis pemuda dan praktisi hukum ini pun menaruh harapan besar, BNN bersama dengan Kepolisian tidak berhenti di Dewi dan menjadikan penangkapan ini sebagai euforia yang berlebihan. Karena jelas dari Dewi, mereka bisa menggali informasi lebih jauh untuk bisa bergerak lebih cepat dan akurat.
“Kepada siapa saja Dewi menjalin kerja sama, dibantu oleh siapa, apakah Dewi juga memiliki atasan, siapa atasannya? Diatur oleh siapa dia? Ini harus diungkap dan turut juga harus ditangkap,” sambung Gurun.
Sekadar diketahui, bahwa Dewi Astutik telah resmi menjadi red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024. Dia berhasil ditangkap pada Senin (1/12/2025) di Sihanoukville, Kamboja atas kerja sama antara BNN, Interpol, dan BAIS (Badan Intelijen Strategis).
“Akhirnya, pada Senin, 1 Desember 2025, sekira pukul 13.39 waktu setempat, di area lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja, target terdeteksi berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih dan langsung dilakukan upaya penangkapan oleh tim gabungan,” kata Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Menurut Suyudi, proses pengejaran dan penangkapan terhadap Dewi Astuti tidak mudah. Bahkan ia menyebut bagaimana ‘licinnya’ pergerakan buron kasus penyelundupan sabu 2 ton senilai Rp 5 triliun tersebut.
Suyudi menyebutkan Dewi Astutik merupakan salah satu WNI pengendali narkotika dari kawasan Golden Triangle selain Fredy Pratama. Dewi, menurut dia, kerap berpindah-pindah negara untuk mengelabuhi petugas.
“Tentunya kesulitannya karena yang bersangkutan ini satu, dia adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara satu, ke negara lain,” ujarnya.
Suyudi menjelaskan, pada Senin, 17 November lalu, pihaknya menerima informasi tentang keberadaan Dewi di wilayah Phnom Penh, Kamboja. Tak menunggu lama, tim dari BNN langsung turun ke lapangan untuk melakukan operasi penangkapan.
“Pada saat yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama yang tadi saya sampaikan, bisa menemukan titik yang bersangkutan sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dan pemerintah Kamboja,” jelasnya.













