Koma.id– Lembaga Imparsial memberikan rapor merah terhadap kinerja sektor pertahanan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang akan genap satu tahun pada 20 Oktober 2025.
Dalam siaran persnya, Koordinator Peneliti Imparsial Annisa Yudha AS bersama Peneliti Wira Dika Orizha Piliang menyoroti adanya tanda-tanda menguatnya militerisme di Indonesia selama satu tahun terakhir.
Kebijakan pertahanan di era Prabowo–Gibran justru memperlihatkan arah yang berlawanan dengan semangat reformasi sektor keamanan yang telah diperjuangkan lebih dari dua dekade.
“Alih-alih memperkuat agenda reformasi sektor keamanan yang telah diperjuangkan sejak dua dekade terakhir, pemerintah bersama DPR justru mengambil langkah-langkah yang mendorong dominasi peran militer di ranah sipil, baik secara legal-normatif maupun faktual-implementatif,” kata Annisa dikutip dari siaran pers Imparsial.
Imparsial mencatat fenomena militerisasi ruang sipil atau sekuritisasi sebagai gejala paling menonjol. Hal ini, menurut mereka, terlihat dari perluasan pelibatan TNI dalam kegiatan sipil melalui skema operasi militer selain perang (OMSP). Salah satu contoh yang disebut ialah keterlibatan TNI dalam proyek strategis nasional (PSN) Food Estate di Merauke.
“Salah satu contoh menonjol adalah keterlibatan TNI dalam proyek strategis nasional (PSN) Food Estate di Merauke,” ujarnya.







