Koma.id– Seminar nasional bertema “Arus Balik Reformasi TNI di Tengah Krisis Demokrasi” yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), Rabu (8/10/2025), mengkritik keras arah reformasi militer Indonesia.
Para akademisi dan aktivis menilai revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang baru disahkan justru memperkuat campur tangan militer di ranah sipil, jadi bukan mempertegas prinsip profesionalisme militer dalam negara demokrasi.
Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Mike Verawati Tangka, menilai revisi tersebut tidak sejalan dengan semangat reformasi 1998. Bahkan perubahan UU TNI yang dilakukan pemerintah dan DPR RI telah membuka kembali ruang intervensi militer dalam urusan sipil dan memperkuat budaya patriarki dalam tubuh TNI.
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
Sementara itu, Symphati Dimas dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) menyoroti tema peringatan HUT ke-80 TNI bertajuk “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju.” Ia menilai slogan tersebut menggambarkan citra ideal militer yang profesional, tetapi tidak sejalan dengan kenyataan kebijakan pertahanan di era Presiden Prabowo Subianto.







