Koma.id | Jakarta – Di tengah semaraknya Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo Indonesia (EDRR) 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, sebuah diskusi panel menghadirkan perspektif penting: bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya urusan negara, tetapi gerakan kolektif yang dimulai dari masyarakat.
Sesi yang menyita perhatian publik yakni menghadirkan Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan, Moh. Barokna Haula, yang berdialog langsung dengan berbagai mitra, termasuk Senkom Mitra Polri.
Dalam sesi tanya jawab, M. Defrian Ghofar, Wakil Sekretaris Jenderal Senkom Mitra Polri, mengangkat dua isu strategis yakni keterlibatan masyarakat dalam pelatihan kebencanaan dan pendekatan teknologi yang ekonomis untuk daerah rawan bencana.
“Terkait rencana kerja Basarnas membangun training centre, bagaimana masyarakat seperti Senkom bisa ikut terlibat?” tanya Defrian, kamis (14/08/2025).

Deputi Barokna menjelaskan bahwa Basarnas membuka ruang partisipasi bagi komunitas sipil melalui program pelatihan berbasis potensi lokal.
“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan. Senkom, sebagai mitra yang aktif di lapangan, sangat relevan untuk dilibatkan dalam pelatihan teknis dan simulasi,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan kedua tentang strategi ekonomi dalam penerapan teknologi kebencanaan, Deputi Barokna menekankan pentingnya pendekatan bertahap dan kontekstual.
Diskusi hangat ini turut dihadiri oleh H. Aan Dwi Puantoro, Wakil Sekretaris Jenderal Senkom Mitra Polri, bersama jajaran pengurus dari Departemen SAR Senkom, di antaranya Yusuf Wibisono, Sandi Setia Miharja, dan Tritanto.

Aan menambahkan bahwa kehadiran Senkom di forum ini adalah bentuk nyata komitmen bersama.
“Kesiapsiagaan bukanlah tugas satu pihak. Ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Pameran EDRR 2025 menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan inovasi, memperkuat jejaring, dan membangun kesadaran publik tentang pentingnya sinergi dalam penanggulangan bencana. Senkom Mitra Polri hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya pengamat.







