Koma.id– Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai gerakan demonstrasi bertajuk Indonesia Gelap dan slogan Kabur Aja Dulu memicu gelombang kontroversi. Prabowo menyebut bahwa gerakan tersebut diduga digerakkan oleh dana para koruptor yang ingin menciptakan instabilitas di dalam negeri.
Komentar tersebut langsung menuai respons kritis dari sejumlah kalangan. Pakar hukum tata negara sekaligus pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, menilai pernyataan Presiden mencerminkan pola pikir militeristik. Ia menilai, mungkin Prabowo belum memahami bahwa gerakan sosial semacam itu merupakan ekspresi wajar dalam sistem demokrasi yang sehat.
Tak hanya itu, kritik juga datang dari Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Ia menantang Prabowo untuk membuktikan klaim tersebut secara terbuka. Menurut Usman, tanpa bukti konkret, tudingan itu justru berpotensi mencederai kebebasan berekspresi dan memperkeruh iklim demokrasi di Indonesia.
Namun, Politikus Gerindra, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa tuduhan Presiden tidak diucapkan tanpa dasar. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut bersumber dari data valid dan telah melalui proses hukum.
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok







