Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaRagam

Roostien Ilyas Dorong Edukasi Kesehatan Mental di SD : Melindungi Diri dari Perundungan dan Kekerasan Seksual

Views
×

Roostien Ilyas Dorong Edukasi Kesehatan Mental di SD : Melindungi Diri dari Perundungan dan Kekerasan Seksual

Sebarkan artikel ini
Roostien Ilyas Dorong Edukasi Kesehatan Mental di SD : Melindungi Diri dari Perundungan dan Kekerasan Seksual

Koma.id | Depok – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025 dan di tengah tantangan tumbuh kembang anak era digital, edukasi tentang kesehatan mental dan perlindungan diri menjadi kebutuhan mendesak. Di SDN Cisalak 1, Kecamatan Sukmajaya, setidaknya ada 100 siswa kelas 4, 5, dan 6 laki-laki dan perempuan mengikuti kegiatan Edukasi Kesehatan Mental Cegah Perundungan dan Kekerasan Seksual, dipimpin langsung oleh aktivis dan edukator senior, Roostien Ilyas.

“Kami tidak hanya ingin anak-anak tahu apa itu perundungan atau kekerasan seksual, tetapi juga memberi mereka keberanian untuk bicara, bertanya, dan berkata ‘tidak’,” tegas Roostien, yang menjadi narasumber dalam sesi tersebut, selasa (22/07).

Silakan gulirkan ke bawah

Dengan pendekatan komunikatif dan reflektif, ia memandu siswa memahami konsep emosi, hak atas tubuh, serta pentingnya membangun relasi yang sehat.

Materi disampaikan dengan metode partisipatif, diskusi ringan, studi kasus, dan praktik roleplay agar siswa tidak hanya memahami tetapi mengalami pembelajaran secara emosional.

“Kesadaran harus dibangun sejak dini. Anak-anak bukan hanya penonton dalam hidupnya, mereka harus tahu cara menjaga diri,” tambah Roostien.

Siswa-i SDN 1, Cilandak – Kota Depok, Jawa Barat

Sementara itu, fasilitator pendamping Lia Latifah membangun koneksi emosional dengan peserta melalui aktivitas reflektif dan tanya-jawab yang ramah anak. Lia memberikan ruang bagi siswa untuk berbagi perasaan, cerita, dan pertanyaan yang mungkin selama ini terpendam.

“Saat anak diberi ruang untuk mengenali dan mengungkapkan emosinya, mereka lebih mampu memahami batasan dan mengambil keputusan yang sehat,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari guru dan kepala sekolah, yang berharap edukasi seperti ini bisa menjadi rutinitas, bukan momen sesaat. Dengan wawasan baru, siswa SDN Cisalak 1 diharapkan pulang bukan hanya membawa pengetahuan, tapi juga keberanian menjaga diri dan empati terhadap sesama.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.