Koma.id | Malaysia – Pemanjat muda Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan, kembali mencuri perhatian publik olahraga Asia Tenggara setelah sukses meraih medali emas pada nomor boulder putra dalam ajang ASEAN Climbing Championship 2025 yang digelar di Putrajaya, Sabtu (05/07).
Ardana tampil impresif sepanjang babak final dan mengumpulkan total 84,7 poin, unggul tipis atas wakil Singapura, Mitchell Charles Boyer Hai Jie, yang harus puas dengan medali perak usai mencatatkan 84,5 poin. Sementara medali perunggu diraih atlet Thailand, Nathipat Charpong, dengan perolehan 59,8 poin.
Keberhasilan Ardana menjadi bagian dari hasil positif kontingen panjat tebing muda Indonesia yang tengah menjalani program uji coba internasional sebagai persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand. Selain Ardana, tim Indonesia juga menurunkan Muhammad Ramzi Firmansyah dan Mahesa Caesar di sektor putra, serta Alma Ariella Tsany dan Nur Ismatul Sakdia di sektor putri. Mereka berkompetisi dalam dua disiplin utama: lead dan boulder.
Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyebut kejuaraan ini bukan hanya ajang pembinaan, tetapi juga sarana evaluasi kesiapan teknis dan fisik atlet muda.
“Kami ingin membangun kekuatan tim nasional yang solid di nomor lead dan boulder. Ini bagian dari target jangka panjang menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028,” ujarnya.
Ardana, yang sebelumnya juga meraih emas di Kejurnas Panjat Tebing 2025, menunjukkan konsistensi dan mental juara di level regional. Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi atlet panjat tebing Indonesia berjalan positif dan siap bersaing di panggung internasional.
Dengan semangat muda dan performa menjanjikan, Ardana Cikal kini menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan panjat tebing Asia Tenggara. Indonesia pun menatap SEA Games 2025 dengan optimisme baru.







