Koma.id– Penemuan cadangan uranium dalam jumlah besar di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menarik perhatian nasional. Berdasarkan laporan resmi, potensi uranium di wilayah tersebut mencapai 24.112 ton. Temuan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai sumber energi alternatif di masa depan.
Menanggapi hal ini, pemerintah pusat kini tengah mematangkan regulasi terkait pengolahan bahan radioaktif tersebut. Aturan ini disiapkan agar pemanfaatan uranium dapat berjalan sesuai standar keselamatan internasional sekaligus memperkuat posisi strategis Indonesia di sektor energi.
Sementara itu, Direktur Indonesia Justice Monitor yang juga mantan pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ustadz Agung Wisnuwardana, memberikan pandangan yang cukup berani. Ia menilai, keberadaan uranium Melawi bukan hanya persoalan energi, melainkan juga menyangkut harga diri bangsa.
Agung menegaskan, jika Indonesia suatu saat memiliki teknologi senjata nuklir, maka posisi tawar terhadap Amerika Serikat maupun negara-negara besar lainnya akan meningkat signifikan. Bahkan, menurutnya, hal itu dapat membuat Indonesia berani membantu Gaza tanpa khawatir tekanan atau ancaman dari negara yang disebutnya sebagai musuh Islam.







