Koma.id– Ribuan buruh dari berbagai elemen dipastikan akan turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa bertajuk solidaritas untuk Palestina pada Jumat, 18 Juni 2025. Aksi ini digagas oleh Partai Buruh bersama Koalisi Serikat Pekerja (KSP-PB) sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan genosida yang terjadi di Gaza serta eskalasi konflik antara Iran dan Israel.
Rangkaian aksi akan dimulai dari kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta. Massa kemudian akan melakukan long march menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat dan berakhir di Kedutaan Besar Mesir.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan sebanyak 60 konfederasi dan federasi serikat pekerja tingkat nasional akan bergabung dalam aksi ini, bersama sejumlah organisasi rakyat seperti petani, nelayan, guru, dan elemen masyarakat lainnya.
DPR Gelar Rapat Tertutup Dengan BGN, Tetapi Anggaran MBG 2027 Masih Jadi Tanda Tanya Besar
Dalam unjuk rasa tersebut, massa akan menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak penghentian perang antara Iran dan Israel. Kedua, menghentikan genosida di Gaza dan menyerukan kemerdekaan penuh bagi Palestina. Ketiga, menekan PBB dan Pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan seluruh bentuk perang di berbagai belahan dunia.
Selain itu, massa aksi juga menuntut agar Kedutaan Besar Mesir menyampaikan seruan kepada Presiden Mesir untuk segera membuka akses perbatasan Rafah. Jalur ini dianggap vital untuk penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza yang kini terisolasi dan dalam kondisi krisis.







