Koma.id | Cimahi – Hari kedua pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Provinsi Jawa Barat diwarnai gangguan teknis. Server website resmi Dinas Pendidikan Jabar mengalami kendala, membuat proses pendaftaran secara daring sulit diakses.
Dampaknya, puluhan orang tua murid terpaksa mendatangi langsung sejumlah SMA dan SMK di Kota Cimahi, Jumat (13/06/25), untuk memastikan keabsahan data pendaftaran anak mereka.
Pantauan di SMKN 3 Cimahi menunjukkan antrean orang tua yang ingin mengecek status input data daring. Salah satu orang tua, Vera, mengaku datang langsung lantaran khawatir data yang dikirim kemarin tidak masuk.
“Kemarin situsnya error terus, jadi hari ini saya datang untuk memastikan saja,” ujarnya.

Gangguan serupa juga terjadi di Kota Bandung, termasuk di SMKN 1, di mana Ketua Pelaksana SPMB, Roni Surayana, menyatakan server Disdik Jabar tidak mampu menampung lonjakan trafik dari seluruh wilayah provinsi.
“Hari ini lebih parah, dari pagi sampai sekarang website sulit diakses,” jelasnya.
Wakil Kepala Humas SMAN 2 Cimahi, Siti Nurelah, membenarkan bahwa kendala teknis terjadi sejak hari pertama pendaftaran. Namun pada Kamis siang, ia menyebut situs mulai pulih dan bisa diakses meski dengan keterbatasan.
Tahap pertama pendaftaran ini mencakup jalur afirmasi, domisili, dan mutasi, dan akan berlangsung hingga 16 Juni 2025. Orang tua berharap Disdik Jabar segera melakukan evaluasi sistem dan meningkatkan kapasitas server agar proses seleksi tidak kembali terganggu.
Gangguan server ini menjadi sorotan mengingat sistem SPMB 2025 berbasis daring sepenuhnya, dan keterlambatan atau kegagalan input data dapat berdampak langsung pada masa depan pendidikan calon peserta didik.








