Koma.id – Media sosial baru-baru ini digemparkan oleh kemunculan sebuah video viral berjudul “Hari Pertama Masuk Neraka” dan langsung jadi bahan perbincangan netizen dari berbagai kalangan.
Bukan tanpa sebab, video ini menampilkan suasana menyerupai neraka lengkap dengan visual yang dramatis dan dibumbui unsur humor.
Rekayasa Lalu Lintas Digiland Run 2026, Dishub DKI Jakarta Alihkan Arus di Sejumlah Ruas Jalan
Yang bikin makin ramai, konten ini bukan hasil rekaman biasa, melainkan karya dari teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).
Prabowo Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk
Visualnya sangat nyata, tapi dibalut dengan gaya bercanda yang bagi sebagian orang dianggap tidak sopan, terutama jika dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan.
Video yang viral ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok bernama @veo3sesat pada hari Senin, 2 Juni 2025.
Dalam tayangan tersebut, tampak sekelompok pria digambarkan sedang berada di tengah-tengah kolam lava yang menyala merah-oranye, menggambarkan suasana mengerikan seperti yang sering diasosiasikan dengan neraka.
Salah satu karakter dalam video itu kemudian mengucapkan, “Hari pertama masuk neraka.”
Tak lama kemudian terdengar suara lain yang menyahut, “Ini hari pertama masuk neraka, check!”
Kalimat ini pun digunakan sebagai punchline dalam konteks humor gelap yang digunakan dalam video.
Namun, tak semua orang menganggap ini lucu, banyak pengguna media sosial menilai bahwa candaan semacam ini sudah melampaui batas, karena menyentuh hal-hal sensitif seperti agama dan kehidupan setelah mati.
Tak butuh waktu lama, komentar bernada protes pun membanjiri akun pengunggah.
Mayoritas warganet menilai video tersebut sangat tidak pantas, bahkan dianggap menyinggung nilai-nilai spiritual dan memelintir ajaran agama demi konten viral.
Beberapa komentar tajam dari netizen antara lain, “Secara nggak sadar udah mulai nantang Tuhan,” tulis akun @jo***.
“Bercanda juga ada batasnya, Bang. Jangan kebablasan,” kritik akun @ma***.
“Sama aja kayak ngelecehin kepercayaan orang lain,” ucap akun @se***.
Namun, menariknya, tidak semua komentar bernada negatif.
Ada juga yang melihatnya dari sisi kreatifitas dan menyampaikan pembelaan.
Salah satunya menyebut, “Kenapa dihapus? Itu kan AI. Kocak, kok,” ujar akun @da***.







