Koma.id | Sragen – Sebuah video yang memperlihatkan seekor anjing dikuliti hidup-hidup kembali viral di media sosial. Narasi yang menyertai unggahan tersebut mengklaim bahwa kejadian itu terjadi di Sragen, Jawa Tengah. Namun, hasil penelusuran pihak kepolisian menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Aris Hantoro, warga Kecamatan Gondang, Sragen, diketahui sebagai pihak yang mengunggah ulang video itu melalui status WhatsApp pribadinya. Dalam keterangannya, Aris mengaku mendapatkan video tersebut dari aplikasi Status Saver dan tidak menyadari isi kontennya secara utuh.
“Saya kira cuma pengulitan biasa, nggak saya tonton sampai habis,” ujar Aris.
Awalnya, video tersebut hanya dibagikan ke kontak pribadinya. Namun, dalam waktu singkat, rekaman itu menyebar luas dan bahkan diunggah ulang oleh Yayasan Pecinta Hewan Rumah Singgah Clow, yang turut mencantumkan identitas pribadi Aris.
Akibatnya, Aris mengaku menerima puluhan pesan dari nomor tak dikenal, yang membuatnya merasa terancam dan takut menggunakan ponsel.
Menanggapi situasi tersebut, Aris telah menyampaikan permintaan maaf terbuka dan berharap agar data pribadinya dihapus dari media sosial. Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut dilakukan tanpa kesengajaan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial, serta memverifikasi kebenaran suatu konten sebelum membagikannya guna menghindari kesalahpahaman dan dampak negatif bagi pihak yang tidak bersalah.







