Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Fernando Emas Kecam Aksi Brutal Mahasiswa Trisakti: Pemukulan Polisi adalah Pengkhianatan terhadap Reformasi!

Views
×

Fernando Emas Kecam Aksi Brutal Mahasiswa Trisakti: Pemukulan Polisi adalah Pengkhianatan terhadap Reformasi!

Sebarkan artikel ini
fernando
Direktur eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando eMas.

Koma.id Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, menilai ricuhnya demo mahasiswa Trisakti di Balai Kota yang menimbulkan korban 6 orang dari pihak kepolisian tidak dapat di tolerir.

Menurutnya, tindakan pemukulan terhadap polisi yang bertugas menjaga aksi merupakan tindakan brutal dan anarkis yang harus diproses secara hukum.

Silakan gulirkan ke bawah

“Seharusnya mahasiswa yang notabene dari kalangan intelektual harus bertindak yang cerdas dan mencerminkan orang yang selalu menggunakan otak bukan otot dan merugikan pihak lain,” ujar Fernando kepada media pada Kamis (22/5/2025).

Tindakan tersebut, kata Fernando turut menciderai upaya berdemokrasi dan kebebasan berpendapat yang diperjuangkan melalui reformasi pada 27 tahun yang lalu.

“Mereka ingin memperingati apa yang dilakukan oleh para seniornya ketika akan memperjuangkan banyak hal pada tahun 1998 termasuk demokrasi tetapi mereka merusaknya,” katanya.

“Sangat memalukan dan patut disanksi oleh pihak kampus serta diproses secara hukum. Jangan mengatasnamakan demokrasi dan kebebasan berpendapat di depan umum namun merebut kebebasan atau hak orang lain,” katanya.

Diketahui, para mahasiswa yang melakukan pemukulan terhadap anggota Polri pada demo tersebut dinilai menginjak-injak kewenangan institusi polri yang diberikan oleh UUD 1945.

Puluhan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (21/5/2025) sore hari.

Tanpa membawa atribut demonstrasi, para mahasiswa tersebut mulai memadati kantor Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sejak pukul 16.30 WIB.

Awalnya, mereka berhenti di pintu keluar Balai Kota, tepatnya di area air mancur atau pintu yang mengarah ke Pendopo Balai Kota. Namun, pintu tersebut telah ditutup menggunakan barikade taktis milik aparat kepolisian.

Aksi kemudian mulai ricuh setelah sejumlah massa mencoba menerobos masuk ke halaman Balai Kota Jakarta. Petugas keamanan segera menghadang mahasiswa yang berusaha masuk ke dalam area tersebut.

Keributan pun terjadi, mengakibatkan enam aparat kepolisian mengalami luka-luka akibat dipukul oleh massa aksi. Pihak kepolisian langsung mengerahkan mobil taktis dan menambah jumlah personel untuk mengamankan situasi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.