Koma.id– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka peluang seluas-luasnya bagi para kader untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum partai melalui mekanisme pemilu raya. Tak tanggung-tanggung, dua nama muncul Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dan putranya yang saat ini menjabat sebagai Ketum PSI, Kaesang Pangarep.
Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menegaskan bahwa proses demokratis ini terbuka bagi seluruh kader yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
Masuknya nama Jokowi dalam bursa calon ketua umum memunculkan spekulasi liar di tengah publik. Meski belum ada pernyataan resmi dari Jokowi, sinyal kemungkinan keterlibatan sang mantan presiden itu menciptakan dinamika baru di internal PSI.
Merespons masuknya nama Jokowi ke bursa Ketum PSI, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia justru menyinggung bahwa partai beringin terbuka untuk siapa pun tokoh yang ingin bergabung ke Golkar. Bahlil menuturkan bahwa Golkar merupakan partai yang inklusif bagi semua kalangan. Sehingga tak ada larangan bagi siapa pun jika ingin bergabung.







