Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Sedekah Bumi Blora: Arak-arakan Tumpeng dan Naga dari Kacang Panjang Warnai Tradisi Tahunan

Views
×

Sedekah Bumi Blora: Arak-arakan Tumpeng dan Naga dari Kacang Panjang Warnai Tradisi Tahunan

Sebarkan artikel ini
Sedekah Bumi Blora: Arak-arakan Tumpeng dan Naga dari Kacang Panjang Warnai Tradisi Tahunan

Koma.id | Blora – Tradisi Sedekah Bumi, yang menjadi wujud syukur masyarakat Blora atas limpahan hasil pertanian, kembali digelar dengan penuh kemeriahan. Salah satu momen unik dalam perayaan kali ini adalah arak-arakan tumpeng hasil bumi yang dihiasi dengan bentuk naga dari kacang panjang, sebuah karya seni kreatif hasil ide seorang pemuda asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Novianto.

Awalnya, ide kreatif ini muncul secara spontan saat Novianto dan beberapa rekannya berbincang sambil ngopi dalam malam tasyakuran Sedekah Bumi di desanya. Dari obrolan ringan itu, muncullah gagasan untuk membuat naga yang melilit tumpeng hasil bumi menggunakan 25 kilogram kacang panjang.

Silakan gulirkan ke bawah

Dengan bantuan warga sekitar, proses pembuatan naga ini pun dilakukan selama empat hari, hingga akhirnya tercipta sebuah karya unik yang menyerupai sosok naga yang berputar mengelilingi hasil bumi. Saat arak-arakan berlangsung, naga dari kacang panjang ini menjadi pusat perhatian warga, yang kagum dengan kreativitas tersebut.

“Awalnya hanya iseng, tapi setelah didukung warga akhirnya serius dikerjakan. Ini bentuk kreativitas yang bisa memberikan warna pada tradisi Sedekah Bumi,” ujar Novianto.

Arak-arakan tumpeng hasil bumi ini merupakan bagian dari puncak acara Sedekah Bumi, di mana masyarakat membawa berbagai hasil panen dalam hiasan tumpeng yang diarak keliling desa. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan rezeki bagi para petani dan warga sekitar.

Selain arak-arakan, kemeriahan Sedekah Bumi juga diisi dengan pertunjukan wayang kulit, ketoprak, serta berbagai kesenian tradisional yang semakin menghidupkan suasana kebersamaan dan gotong royong.

Kepala Desa Jurangjero, Suwoko, menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya dan memperkuat solidaritas warga.

Sedekah Bumi Blora: Arak-arakan Tumpeng dan Naga dari Kacang Panjang Warnai Tradisi Tahunan
Sedekah Bumi Blora: Arak-arakan Tumpeng dan Naga dari Kacang Panjang Warnai Tradisi Tahunan

“Ini adalah warisan nenek moyang yang terus kami uri-uri agar tidak punah. Selain sebagai wujud syukur, juga menjadi momen mempererat kebersamaan,” ujar Suwoko.

Dengan adanya inovasi seperti naga dari kacang panjang yang menjadi bagian dari arak-arakan, Sedekah Bumi Blora tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga terus berkembang dengan kreativitas masyarakat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.