Koma.id– Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyarankan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, agar secara terbuka menunjukkan ijazahnya ke publik. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi elegan untuk menghentikan polemik berkepanjangan seputar keabsahan ijazah Jokowi yang kembali mencuat di ruang publik.
Saran Megawati itu pun mendapatkan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menyatakan bahwa perdebatan soal ijazah seharusnya tidak menyita perhatian publik secara berlebihan.
Namun di tengah sorotan tersebut, muncul nama Ir Kasmudjo, mantan pengajar di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), yang disebut-sebut terlibat dalam gugatan terkait ijazah Presiden Jokowi. Setelah menerima kunjungan langsung dari Jokowi, Kasmudjo menegaskan bahwa dirinya bukan pembimbing skripsi Jokowi dan mengaku tidak pernah melihat ijazah milik mantan Wali Kota Solo itu.
Merespons hal tsb, Pengamat politik Muslim Arbi menilai Jokowi sengaja menggambarkan Kasmudjo sebagai pembimbing skripsinya, meskipun dosen tersebut membantah klaim tersebut dalam sebuah wawancara terbaru. Pernyataan ini sontak memicu pertanyaan tentang validitas cerita Jokowi dan motif di balik pengakuan tersebut.







