Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaPolitik

Wacana Penggabungan BAIS-BIN Dinilai Berisiko

Views
×

Wacana Penggabungan BAIS-BIN Dinilai Berisiko

Sebarkan artikel ini
Wacana Penggabungan BIN dan BAIS Tuai Pro-Kontra

Koma.id – Rencana penyatuan Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Badan Intelijen Negara (BIN) kembali mencuat dan menimbulkan tanggapan beragam. Pengamat pemerintahan Efriza menilai bahwa penyatuan dua lembaga yang memiliki fungsi strategis ini tidak bisa dilandaskan pada alasan ekonomi semata.

Ia mengingatkan bahwa secara kelembagaan, BAIS dan BIN memiliki latar belakang yang sangat berbeda. BAIS, yang berada di bawah struktur TNI, mayoritas diisi oleh personel militer. Sementara BIN memiliki komposisi yang lebih beragam, mencakup unsur TNI, Polri, dan sipil.

Silakan gulirkan ke bawah

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, justru melihat peluang positif dari penggabungan tersebut.

Sedangkan pengamat politik dari Motion Cipta (MC) Matrix, Wildan Hakim mengkhawatirkan bahwa penggabungan kedua institusi justru akan memperlemah fungsi intelijen.

Pasalnya BAIS dan BIN memiliki ranah kerja yang berbeda sehingga upaya penyatuan bisa menciptakan ketidakefektifan dalam kerja intelijen.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.