Koma.id, Jakarta – Kerusuhan yang terjadi dalam perayaan May Day 2025 diduga kuat dipicu oleh aksi provokatif kelompok anarko.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara aparat keamanan, terdapat sejumlah bukti yang mengarah pada keterlibatan aktif elemen anarko dalam menghasut kekerasan, merusak fasilitas publik, dan bentrok dengan petugas.
Ketua Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK) Abdullah Kelrey menegaskan bahwa tuduhan terhadap kelompok anarko bukanlah upaya mencari kambing hitam.
“Kepolisian pastinya memiliki rekaman video, bukti digital, dan kesaksian yang menunjukkan adanya koordinasi dari kelompok tertentu yang mengusung ideologi anarkis untuk menciptakan chaos,” ujarnya, hari ini.
Adapun beberapa fakta dilapangan ada penggunaan simbol dan grafiti dengan simbol “A dalam lingkaran” ditemukan di lokasi kerusuhan, disertai seruan vandalisme anti-pemerintah. Berikutnya, lanjut dia, beredar banyak rekaman video aksi provokasi maupun mengerusakan oleh massa Anarko yang identik berseragam hitam-hitam melemparkan molotov dan batu ke arah polisi. Serta ditemukannya group whatsapp terkait konsolidasi persiapan May Day dengan ajakan provokatif berakhir chaos.
“Ini bukan pertama kalinya kelompok ini menciptakan gangguan kamtibmas. Pola mereka konsisten yakni memanfaatkan momen massa atau peringatan untuk tujuan kekacauan. Ya menyusup ke gerakan lah,” bebernya.
Dia juga menyoroti modus operandi yang mirip dengan aksi-aksi anarkis global, seperti pembakaran, perusakan, dan upaya menghindari identifikasi dengan menutup wajah.
“Aksi anarkis ini sistematis, bahkan yang punya hajat kalangan buruh saja banjir kecaman pada kelompok Anarko ini. Para buruh pastinya pada perayaan May Day menuntut hak pekerja, bukan kekerasan. Aksi Anarko telah merusak citra perjuangan buruh,” katanya.
Dalam hal ini, dia menyakini aparat penegak hukum akan menindak tegas pelaku kerusuhan berdasarkan bukti hukum, bukan prasangka.
“Ini soal keamanan negara, bukan sekadar mencari kambing hitam,” pungkasnya.
Diketahui, Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, berubah ricuh akibat dugaan penyusupan kelompok Anarko.
Kepolisian Republik Indonesia mengungkap bahwa mereka telah menangkap sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok tersebut, yang kerap dicurigai sebagai pemicu kekacauan dalam berbagai aksi demonstrasi di Indonesia.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kerusuhan yang terjadi di depan Gedung DPR pada peringatan Hari Buruh Internasional 2025, ditengarai disusupi provokator. Ia menyebut kelompok Anarko yang memicu kerusuhan.
“Aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR disusupi perusuh dari kelompok Anarko,” kata Ade.












