Koma.id– Pengelolaan kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan sejumlah aset di bawah Sekretariat Negara (Setneg) resmi dialihkan kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Langkah ini memicu spekulasi publik soal masa depan kawasan ikonik yang selama ini dikenal sebagai jantung olahraga nasional sekaligus aset negara bernilai tinggi.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menilai bahwa meski GBK memiliki nilai ekonomi besar, tingkat pengembalian investasinya masih tergolong kecil.
Oleh karena itu, Danantara siap mentransformasi kawasan tersebut menjadi pusat pertumbuhan baru.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemindahan aset ke Danantara adalah instruksi langsung dari Presiden.







