Koma.id, Jakarta – Kebijakan tarif Presiden Donald Trump masih menjadi sorotan publik tanah air hingga saat ini. Kebijakan ini telah memicu reaksi pro dan kontra.
Dosen Ekonomi Perbanas Institut Dr. Aviliani menekankan bahwa menghadapi kebijakan Tarif Trump, Indonesia harus memilih jalur diplomasi dengan Amerika Serikat, terutama untuk melindungi sektor padat karya yang rentan terdampak.
Dia mengusulkan, adanya riset berbasis data untuk mencari rantai pasok yang mendukung industri dalam negeri dan membuka pasar alternatif lain.
Sementara Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Hatta, mengatakan Indonesia tak perlu panik dan tetap fokus menyusun strategi dalam menghadapi kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia menilai kebijakan tersebut lebih mencerminkan kepanikan Trump terhadap kondisi industri dalam negerinya, yang bersaing dengan produk dari China.













