Koma.id– Papua kembali berlumur darah. Senin malam (7/4/2025), mantan Kapolsek Mulia, Iptu (Purn) Djamal Renhoat, ditembak mati secara brutal di rumahnya yang juga merangkap kios di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Pelakunya diduga kuat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang hingga kini masih terus menyebar ketakutan di tanah Papua.
Iptu Djamal, pensiunan polisi berusia 62 tahun, tewas dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, ia bukan lagi aparat aktif, melainkan warga sipil yang tengah menjalani masa pensiun di kampung halamannya.
Aparat hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait afiliasi kelompok KKB mana yang menjadi dalang penembakan tersebut.
Rekayasa Lalu Lintas Digiland Run 2026, Dishub DKI Jakarta Alihkan Arus di Sejumlah Ruas Jalan
Teror berdarah ini bukan yang pertama dalam beberapa pekan terakhir. Pada Jumat, 21 Maret 2025 lalu, seorang guru bernama Rosalia Rerek Sogen, juga menjadi korban kebengisan KKB di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Rosalia, yang mengabdikan diri untuk pendidikan di daerah terpencil, justru menjadi sasaran kekerasan yang tidak berperikemanusiaan.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Rosalia, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Flores Timur menganugerahkan gelar Pahlawan Pendidikan kepada almarhumah. Selain itu, PGRI turut menyerahkan dana solidaritas duka kepada keluarga korban.







