Koma.id– Isu pertemuan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Senin malam (7/4), mendadak diperbincangkan lanskap politik nasional.
Sekjen Partai Golkar Sarmuji menilai, jika benar pertemuan itu terjadi, maka ini menjadi simbol kerendahan hati Prabowo dan kehormatan kepada tokoh senior bangsa.
“Tampak sekali kerendahan hati Presiden ya mengunjungi Bu Mega selaku orang yang lebih tua. Karena kalau berdasarkan posisi saja, mungkin tidak seperti itu. Biasanya presiden yang disowani, tetapi Pak Prabowo mau berkunjung silaturahmi ke Bu Mega,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Rekayasa Lalu Lintas Digiland Run 2026, Dishub DKI Jakarta Alihkan Arus di Sejumlah Ruas Jalan
Menurutnya, momen itu mencerminkan bahwa para tokoh bangsa sedang berupaya menempatkan kepentingan nasional di atas manuver kekuasaan. Apalagi di tengah situasi global yang tidak menentu seperti perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Indonesia sangat memerlukan stabilitas politik dalam negeri yang solid.
Namun, di tengah dukungan terhadap kemungkinan pertemuan tersebut, suara dari internal PDIP justru belum seragam. Politikus PDIP, Chico Hakim, mengaku tidak mendapatkan informasi terkait pertemuan tersebut.
Sementara itu, sebelumnya Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tidak secara gamblang membenarkan pertemuan telah terjadi, tetapi memberi sinyal kuat bahwa komunikasi untuk mempertemukan dua tokoh sentral bangsa ini memang tengah dimatangkan.







