Koma.id, Tulungagung – Sebagai bentuk duka mendalam atas meninggalnya tiga anggota Polri saat menjalankan tugas di Way Kanan, Lampung, jajaran Polres Tulungagung menggelar salat gaib dan doa bersama. Prosesi ini berlangsung di Masjid Al Hafidz, Polres Tulungagung, usai salat zuhur.
Puluhan personel Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, turut hadir dalam acara tersebut. Salat gaib dipimpin langsung oleh AKP Ahmad Makali, sementara doa bersama diikuti oleh seluruh anggota yang hadir.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa tragis tersebut.
“Hari ini kami melaksanakan salat gaib untuk mendoakan rekan-rekan kita yang gugur saat menjalankan tugas di Polda Lampung. Semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal baktinya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Muhammad Taat menambahkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.
Mengenai langkah preventif ke depan, Kapolres menjelaskan pentingnya memperkuat soliditas antara Polres Tulungagung dan Kodim 0807 Tulungagung. Ia menegaskan bahwa hubungan kerja sama antara kedua institusi ini telah berjalan harmonis dan efektif.
“Kami akan terus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan Pak Dandim. Jika ada masalah di lapangan, hal tersebut harus diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa situasi di Tulungagung selama ini tetap kondusif, dengan soliditas yang terjalin hingga ke tingkat Polsek, bahkan pada jajaran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa-desa.

Tragedi yang mengundang keprihatinan ini terjadi pada Senin sore di Kampung Karang Manik, Way Kanan, saat tiga anggota Polri dari Polsek Negara Batin melakukan penggerebekan arena perjudian sabung ayam.
Dalam kejadian tersebut, Kapolsek Negara Batin, IPTU Lusiyanto, bersama dua anggotanya, Bripka Petrus Apriyanto dan Bripda M. Ghalib Surya Ganta, gugur setelah ditembak oleh pelaku.
“Kami telah menerima arahan dari pimpinan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tutup AKBP Muhammad Taat.
Acara diakhiri dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para pahlawan yang gugur dalam tugas.








