Koma.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengalokasikan dari dana APBD Kota Depok senilai Rp30 Miliyar untuk belanja Papan Tulis Interaktif. Dari Rp30 Miliar tersebut dengan rincian 125 Unit untuk SD dan 21 Unit untuk SMP.
Sebelumnya juga hal yang sama dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok pada tahun 2024 menganggarkan untuk pembelian papan tulis interaktif Rp35 Miliyar.
Padahal, program prioritas Wali Kota Depok Supian Suri adalah renovasi perbaikan sekolah baik itu ruangan belajar hingga fasilitas sekolah. Sebelumnya, Wali Kota Depok, Supian Suri, menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai tidak representatif. Berdasarkan data yang ia terima, hampir setengah dari gedung sekolah di Depok membutuhkan perbaikan.
Relawan Generasi SS mempertanyakan soal urgensi anggaran Rp30 miliar yang hanya digelontor untuk pembelian papan tulis interaktif. Padahal, anggaran tersebut dapat digunakan untuk membenahi bangunan serta sarana dan prasarana sekolah.
Ketua Generasi SS, Widya Sri Handayani mengatakan, Disdik Kota Depok seharusnya peka dengan apa yang disampaikan oleh Walikota Depok, Supian Suri, saat menyoroti bangunan hingga sarana prasarana sekolah yang harus dibenahi.
“Pak Walikota sampaikan bahwa prioritas utama adalah renovasi sekolah. Harusnya Disdik mendengar dan peka ucapan Pak Wali. Ada anggaran sekitar Rp30 miliar yang hanya diperuntukan membeli papan tulis interaktif, itu coba lah untuk pembangunan renovasi sekolah agar anak-anak didik nyaman dan aman saat belajar,” kata Widya pada Rabu (5/3).
Menurutnya, terkait dengan peruntukan papan tulis interaktif itu belum ada urgensi nya untuk kegiatan belajar mengajar. Seharusnya, hal yang diprioritaskan itu renovasi sekolah serta fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya.
“Kira-kira urgensinya apa ya, dengan anggaran Rp30 miliar itu. Coba kalau anggaran seperti itu untuk renovasi sekolah. Karena banyak sekolah di Kota Depok yang rombelnya sudah tidak layak, toilet sekolah juga banyak yang kotor. Ini kan program prioritas Pak Walikota, harus nya Disdik bisa alokasikan ini untuk program prioritas tersebut,” geramnya.
“Rp30 miliar hanya untuk belanja papan tulis interaktif, sementara program prioritas Wali Kota Depok adalah renovasi perbaikan sekolah, ini harus jelas urgensinya apa soal papan tulis interaktif itu,” ujar Widya.













