Koma.id, Deliserdang – Syafrida pemilik warung di Desa Durin Simbelang, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) menceritakan awal mula terjadinya pengeroyokan terhadap anggota D.S.
Syafrida yang pada saat kejadian tengah memasak pesanan pembeli namun tiba tiba D.S datang dan beberapa orang yang duduk di warungnya langsung keluar dan terjadi keributan.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
Baku hantam antar sejumlah orang dan D.S di depan warung nya pun tak terhindarkan, usai terjadi pengeroyokan D.S beserta puluhan anggota TNI yang diketahui dari Resimen Arhanud-II/SSM Kodam I Bukit Barisan kembali ke lokasi sembari mencari orang yang telah mengeroyok D.S
Syafrida mengaku sempat ditanyai keberadaan orang tersebut namun dirinya menjawab tidak tau dan membuat beberapa orang anggota TNI emosi yang berujung terhadap pengerusakan sejumlah barang di warungnya.
“Jangan dirusak warung” kata Syafrida. Karena tidak berani melawan Syafrida memilih lari karena takut “iya saya piih tinggalkan warung.” Lanjutnya pemilik warung. Kamis (30/01/25)

Kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan, sedikitnya empat puluh personil TNI yang melakukan pengerusakan sudah dilakukan pemeriksaan internal.
Kini masalah tersebut tengah didalami Kodam I/BB. Termasuk pula dengan upaya mengganti kerugian yang dialami masyarakat sekitar.
“Kita berkomitmen mengganti kerugian dari kerusakan tersebut, sudah dilakukan mediasi untuk membahas angka-angka yang akan diganti, kerugian materi motor dan lain-lain.” Kata Kapendam I/BB Kolonel Inf Doddy Yudha.








