Koma.id, Jakarta – Rencana Prabowo melakukan perluasan perkebunan kelapa sawit ditentang banyak kalangan, termasuk guru besar UGM dan KOBI karena akibatkan deforestasi.
Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Prof Budi Setiadi Daryono menegaskan bahwa penambahan perkebunan sawit berisiko merusak hutan atau deforestasi dan keanekaragaman hayati.
Budi mengungkapkan bahwa penelitian menunjukkan perkebunan sawit tidak dapat menjadi habitat bagi satwa liar, dengan tingkat keanekaragaman hayati hampir nol.
Sementara Prof Hadi Ali Kodra dan Dr.Wiratno, anggota pengarah Komite Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI)-KOBI, juga mengingatkan pentingnya komitmen pemerintah terhadap perlindungan lingkungan global.
Mereka menekankan perlunya menghormati berbagai konvensi internasional seperti Konvensi Keanekaragaman Hayati (UNCBD), Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka (CITES), Konvensi Ramsar, serta Protokol Nagoya dan Cartagena.







