Koma.id– Kasus pembatasan ruang berekspresi bagi seniman kembali mencuat ke permukaan. Sejak 2019, tercatat ada 15 kasus serupa, dengan dua di antaranya berkaitan dengan kritik terhadap Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah kasus terbaru yang melibatkan seniman Yos Suprapto, di mana pameran lukisannya di Galeri Nasional menuai kontroversi dan viral di media sosial.
Anggota Komisi yang membidangi kebudayaan, Bonnie Triyana, mengaku prihatin terhadap pembatasan kebebasan berkreasi yang dialami Yos. Menurutnya, tindakan seperti ini menghambat perkembangan seni dan merugikan demokrasi.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, juga mengecam tindakan pemberedelan pameran tersebut. Ia menyebut aksi tersebut sebagai refleksi praktik negara otoriter yang membungkam kebebasan berekspresi.
Namun, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai ada karya Yos Suprapto yang dianggap terlalu vulgar untuk dipamerkan. Selain itu, menurut Fadli, beberapa karya tidak sesuai dengan tema pameran yang telah ditentukan, yakni kedaulatan pangan.







