Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

Prabowo: Hal-Hal yang Rawan Tidak Perlu Lewat Telepon

Views
×

Prabowo: Hal-Hal yang Rawan Tidak Perlu Lewat Telepon

Sebarkan artikel ini
Prabowo: Hal-Hal yang Rawan Tidak Perlu Lewat Telepon
Presiden Prabowo dalam pembekalan menteri Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jumat (25/10). (Dok.TangkapanLayar/Rizky_irmansyah)

Koma.id Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat paripurna di Kantor Presiden pada Rabu (6/11/2024). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengungkapkan agenda kunjungan luar negerinya yang akan berlangsung di beberapa negara, termasuk China, Peru, Brasil, Amerika Serikat, dan Inggris. Ia juga memberikan arahan terkait koordinasi selama ia berada di luar negeri, mengingat kunjungan tersebut mencakup agenda strategis, termasuk pertemuan bilateral dan konferensi internasional.

Ia menegaskan kepada menteri tidak ragu menyampaikan masalah apapun.

Silakan gulirkan ke bawah

“Jangan ragu untuk menghadap menghubungi saya, telepon saya. Saya terbuka, saudara bisa telpon langsung, kita tinggalkan sekarang hal-hal yang terlalu protokoler terlalu feodal, kita ini adalah kolega kita mengabdi sama-sama ke rakyat,” ujar Prabowo saat membuka rapat tersebut.

Namun, Prabowo mengingatkan agar menteri tidak membahas isu-isu sensitif melalui telepon demi menjaga kerahasiaan.

“Jadi silahkan gunakan teknologi tapi tentunya hal-hal rawan tidak perlu lewat telepon. Jaman modern ini banyak telinga yang ingin dengar. Jadi kalau saudara mau sampaikan hal penting silahkan saya membuka pintu,” Kata Prabowo.

Berdasarkan jadwal yang diperoleh, Prabowo akan memulai rangkaian kunjungan luar negerinya pada 8 November hingga 24 November 2024. Ia akan menghadiri KTT APEC di Peru pada 13-16 November dan KTT G20 di Brasil pada 18-19 November, sementara di China, Amerika Serikat, dan Inggris ia dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara tersebut.

Prabowo menilai kunjungan ini penting secara strategis, terutama untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomasi. Negara-negara yang akan dikunjunginya merupakan blok ekonomi yang berpengaruh bagi perekonomian Indonesia, dan ia berharap lawatan ini bisa memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.