Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Apresiasi Tinggi untuk Polri dan TNI Sukses Bebaskan Pilot Susi Air

Views
×

Apresiasi Tinggi untuk Polri dan TNI Sukses Bebaskan Pilot Susi Air

Sebarkan artikel ini
Simon
Pengamat militer, intelijen dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro.

KOMA.ID, JAKARTA – Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro memberikan apresiasi kepada Menhan Prabowo Subianto, TNI, dan Polri yang telah berhasil membebaskan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN), Pemerintah Daerah Papua, Tokoh Agama, dan Tokoh Adat Papua serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembebasan Kapten Philip,” kata pria yang akrab dipanggil Simon kepada wartawan, Sabtu (21/9).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Simon, upaya pembebasan yang dilakukan melalui pendekatan yang lembut (soft approach) dan tanpa kekerasan.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa dalam menghadapi ancaman nasional, pendekatan yang sifatnya minim kekerasan dapat dilakukan secara efektif.

“Ini menunjukkan bahwa ada terobosan baru untuk menangani permasalahan KKB di Papua ini,” ujarnya.

Kemudian, Simon juga menilai bahwa pendekatan model ini bukan hal yang pertama dilakukan oleh aparat pertahanan dan keamanan. Bahkan untuk beberapa pengalaman pernah dilakukan dan berhasil sukses.

“Misalnya, dulu waktu menyelesaikan persoalan di Aceh, kita juga menggunakan pendekatan soft power ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Simon merasa optimis bahwa pola ini dapat dijadikan satu acuan bersama-sama, oleh TNI, Polri dan jajaran pemerintahan serta tokoh-tokoh lainnya dalam menyelesaikan persoalan ancaman nasional.

“Kita berharap, hal ini menjadi awal untuk masa depan Papua yang lebih baik, mengingat berbagai kekerasan yang menimbulkan korban jiwa di masa lalu sangat merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.