Koma.id – Kunjungan Paus Fransiskus disambut hangat tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal, Kamis (5/6/2024). Pesan toleransi dan perdamaian yang didengungkan Paus dinilai berdampak positif bagi bangsa Indonesia.
“Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia membawa pesan perdamaian dan harmoni antarumat beragama,” kata Wasekjen MUI, G.H. Abdul Manan dilansir dari Pro 3 RRI, Kamis (5/9/2024).
Ia menyebut bahwa kedatangan Paus sesuai dengan tema membangun kerukunan antarumat beragama dan peradaban masa depan.
Ia menambahkan bahwa Indonesia adalah negara yang plural.
“Tidak hanya dari segi suku tetapi juga agama,” ujarnya.
Sehingga penting bagi seluruh warga negara untuk menjaga persaudaraan. “Ajaran agama telah jelas, tidak boleh ada pemaksaan dalam beragama, ada nilai kemanusiaan yang perlu kita bangun bersama,” kata Abdul Manan.
Ia pun menekankan pentingnya ukhuwah wathoniyah, atau persaudaraan sebangsa dan setanah air, sebagai fondasi untuk menjaga perdamaian di Indonesia. Dengan perdamaian, menurutnya, masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang, bekerja sama, dan saling menghormati satu sama lain.
Ia pun bersyukur Indonesia menjadi satu bangsa besar, yang di dalamnya terdiri dari berbagai suku dan agama. “Mari kita tingkatkan ukhuah insania, persaudaraan tentang kemanusiaan, persaudaraan soal kebangsaan,” ucapnya.












