Koma.id– Ketegangan di Kabupaten Puncak memuncak sejak 27 hingga 29 Juni 2024 dengan terjadinya baku tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata dan pasukan militer Indonesia. Insiden ini dilaporkan oleh Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, yang menegaskan bahwa kelompok mereka terlibat dalam konfrontasi tersebut.
Bentrokan ini menyebabkan tewasnya seorang anggota KKB, Tetan Murib, dalam baku tembak yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Menurut keterangan Sambom, konflik dimulai ketika pasukan TNI dari Timika memasuki Ilaga pada Kamis, 27 Juni 2024. Sambom mengklaim bahwa pasukan TNI dilengkapi dengan senjata, bom, dan logistik perang saat mereka memasuki wilayah Kabupaten Puncak.
Kejadian ini menambah daftar panjang ketegangan yang terjadi antara kelompok separatis dan militer di Papua, di mana bentrokan senjata sering terjadi.
Rekayasa Lalu Lintas Digiland Run 2026, Dishub DKI Jakarta Alihkan Arus di Sejumlah Ruas Jalan
Situasi di Papua telah lama diwarnai oleh ketegangan antara kelompok separatis yang menuntut kemerdekaan dan pemerintah Indonesia yang berupaya mempertahankan kedaulatannya. TPNPB adalah salah satu kelompok yang terus aktif dalam melakukan perlawanan bersenjata terhadap pemerintah.
Konflik ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa di kalangan para kombatan, tetapi juga mempengaruhi kehidupan warga sipil di daerah tersebut. Operasi militer dan bentrokan yang terjadi seringkali memaksa penduduk setempat untuk mengungsi dari rumah mereka demi menghindari bahaya.







